Breaking News

TUTORIAL BLOG

Senin, 14 Agustus 2017

Jejak Sejarah



Serangkaian agenda besar yang diinisiasi Prodi BKI Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga telah kelar pada 10-12 Agustus kemaren. Agenda besar tersebut merupakan serangkaian proses dari seminar nasional, call for papers, Pelantikan Pengurus DPP Asosiasi Bimbingan dan Konseling Islam, dan Rapat Kerja Nasoinal ABKI.
Hari pertama adalah seminar nasional yang dibuka oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, P.hd. dengan pembicara Pembina PABKI Prof. Dr. Yahya Jaya dan Dr. Anwar Sutoyo, M.Pd. Kemudian Ketua PABKI Dr. Aep Kusnawan, M.Ag.
Pada malam harinya adalah Pelantikan Pengurus PABKI, karena walaupun sudah dideklarasikan tetapi karena belum legal formal. Maka pelantikan baru bisa dilaksanakan. Pelantikan dilakukan oleh pembina PABKI Prof. Dr. Yahya Jaya dari Imam Bonjol Padang, dan Prof. Dr. Bahri Ghozali dari Raden Intan Lampung. Para perwakilan pengurus yang hadir dari seluruh Indonesia mulai dari Ar Raniry Aceh hingga Sumatera, Sulawesi, Kalimantan dan sejumlah besar di Jawa. Prosesi pelantikan ini menjadi salah satu bagian dari sejarah PABKI yang akan terus dicatat.
Pagi harinya kembali seminar oleh Dr. Arif Maftuhin MA. Seminar ini tentang academic writing di kalangan dosen. Bagaimana publikasinya di jurnal-jurnal terakreditasi nasional dan internasiona.
Dilanjutkan dengan Rapat kerja PABKI. Rapat kerja ini menghasilkan beberapa keputusan yang penting. Keputusan yang dihasilkan dari ketiga FGD yang berlangsung. Menghasilkan beberapa keputusan yang harus segera ditindak lanjuti. Oleh segenap pengurus DPP yang telah dilantik. Di antaranya:
1.      Membuka seluas-luasnya Penerimaan Anggota Baru dengan ketentuan yang berlaku.
Melakukan sosialisasi ke dalam dan keluar serta ke atas pemangku kebijakan, baik online maupun secara offline.
2.      Menugaskan pengurus DPP untuk mengembangkan dan menguatkan DPW di wilayahnya masing-masing.
3.      Menetapkan Mata Kuliah yang harus ada sebagai mata kuliah keahlian di setiap Prodi di Lingkungan BPI/BKI.
Peserta yang hadir pada acara ini merupakan perwakilan dari Prodi dan Jurusan BPI/BKI seluruh Indonesia. Mulai dari UIN Ar Raniry Aceh, UIN Sumatera Utara Medan, UIN Imam Bonjol Padang, UIN Raden Intan Lampung, UIN Raden Fatah Palembang, IAIN Bengkulu, STAIN SAS Bangka Belitung, UIn Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, IAIN Purwokerto, IAIN Pekalongan, STAIN Kudus, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Walisongo Semarang, IAIN Ponorogo, UIN Sunan Ampel Surabaya, IAI Syarifuddin Lumajang, UIN Mataram, IAIN Palangkaraya, IAIN Samarinda, IAIN Pontianak, IAIN Palopo, IAIN Ambon, UIN Antasari Banjarmasin, serta beberapa perwakilan lainnya. Ada sekitar 45 peserta yang tersebar dari ujung Timur Ke Barat.
Akhirnya semua peserta yang hadir melakukan penandatanganan MOU antar Prodi BPI/BKI dengan PABKI (Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam). Serta antar Prodi/ Jurusan BPI ataupun BKI.

Hingga akhirnya penutupan yang berlangsung sangat emosional karena kita bahagia sudah mencapai tahap ini. Serta bisa menjalin silaturahmi yang baik dengan Prodi-Prodi BPI/BKI di seluruh Indonesia.
Terima kasih kepada Tim Panitia yang telah mendukung keberhasilan acara ini mulai dari mahasiswa dan Dosen serta tenaga kependidikan. Dosen-dosen BKI sangat kompak sekali berkolaborasi dengan Mahasiswa perwakilan HMPS BKI yang dimotori oleh Khairun Nisa BR Sagala.







Read more ...

Seminar Nasional Asosiasi Bimbingan dan Konseling Islam




Serangkaian agenda besar yang diinisiasi Prodi BKI Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga telah kelar pada 10-12 Agustus kemaren. Agenda besar tersebut merupakan serangkaian proses dari seminar nasional, call for papers, Pelantikan Pengurus DPP Asosiasi Bimbingan dan Konseling Islam, dan Rapat Kerja Nasoinal ABKI.
Hari pertama adalah seminar nasional yang dibuka oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, P.hd. dengan pembicara Pembina PABKI Prof. Dr. Yahya Jaya dan Dr. Anwar Sutoyo, M.Pd. Kemudian Ketua PABKI Dr. Aep Kusnawan, M.Ag.
Pada malam harinya adalah Pelantikan Pengurus PABKI, karena walaupun sudah dideklarasikan tetapi karena belum legal formal. Maka pelantikan baru bisa dilaksanakan. Pelantikan dilakukan oleh pembina PABKI Prof. Dr. Yahya Jaya dari Imam Bonjol Padang, dan Prof. Dr. Bahri Ghozali dari Raden Intan Lampung. Para perwakilan pengurus yang hadir dari seluruh Indonesia mulai dari Ar Raniry Aceh hingga Sumatera, Sulawesi, Kalimantan dan sejumlah besar di Jawa. Prosesi pelantikan ini menjadi salah satu bagian dari sejarah PABKI yang akan terus dicatat.
Pagi harinya kembali seminar oleh Dr. Arif Maftuhin MA. Seminar ini tentang academic writing di kalangan dosen. Bagaimana publikasinya di jurnal-jurnal terakreditasi nasional dan internasiona.
Dilanjutkan dengan Rapat kerja PABKI. Rapat kerja ini menghasilkan beberapa keputusan yang penting. Keputusan yang dihasilkan dari ketiga FGD yang berlangsung. Menghasilkan beberapa keputusan yang harus segera ditindak lanjuti. Oleh segenap pengurus DPP yang telah dilantik. Di antaranya:


1.      Membuka seluas-luasnya Penerimaan Anggota Baru dengan ketentuan yang berlaku.
Melakukan sosialisasi ke dalam dan keluar serta ke atas pemangku kebijakan, baik online maupun secara offline.

2.      Menugaskan pengurus DPP untuk mengembangkan dan menguatkan DPW di wilayahnya masing-masing.
3.      Menetapkan Mata Kuliah yang harus ada sebagai mata kuliah keahlian di setiap Prodi di Lingkungan BPI/BKI.
Peserta yang hadir pada acara ini merupakan perwakilan dari Prodi dan Jurusan BPI/BKI seluruh Indonesia. Mulai dari UIN Ar Raniry Aceh, UIN Sumatera Utara Medan, UIN Imam Bonjol Padang, UIN Raden Intan Lampung, UIN Raden Fatah Palembang, IAIN Bengkulu, STAIN SAS Bangka Belitung, UIn Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, IAIN Purwokerto, IAIN Pekalongan, STAIN Kudus, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Walisongo Semarang, IAIN Ponorogo, UIN Sunan Ampel Surabaya, IAI Syarifuddin Lumajang, UIN Mataram, IAIN Palangkaraya, IAIN Samarinda, IAIN Pontianak, IAIN Palopo, IAIN Ambon, UIN Antasari Banjarmasin, serta beberapa perwakilan lainnya. Ada sekitar 45 peserta yang tersebar dari ujung Timur Ke Barat.
Akhirnya semua peserta yang hadir melakukan penandatanganan MOU antar Prodi BPI/BKI dengan PABKI (Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam). Serta antar Prodi/ Jurusan BPI ataupun BKI.
Hingga akhirnya penutupan yang berlangsung sangat emosional karena kita bahagia sudah mencapai tahap ini. Serta bisa menjalin silaturahmi yang baik dengan Prodi-Prodi BPI/BKI di seluruh Indonesia.
Terima kasih kepada Tim Panitia yang telah mendukung keberhasilan acara ini mulai dari mahasiswa dan Dosen serta tenaga kependidikan. Dosen-dosen BKI sangat kompak sekali berkolaborasi dengan Mahasiswa perwakilan HMPS BKI yang dimotori oleh Khairun Nisa BR Sagala.
Read more ...

Rabu, 02 Agustus 2017

Tujuh Hari Lagi



Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam kembali mengadakan perhelatan besar. Sebagai Prodi yang senior di antara prodi sejenis lainnya, senantiasa mengupayakan untuk bisa menginisiasi berbagai strategi pengembangan keilmuan Bimbingan dan Konseling serta Penyuluhan Islam di seluruh Indonesia. Muara kegiatan kali ini tepatnya pada tanggal 10-12 Agustus 2017, di University Hotel Jl. Adisucipto Yogyakarta. Kegiatan tersebut selain seminar nasional Asosiasi Bimbingan dan Konseling Islam dengan tema “Memantapkan Profesionalisme Bimbingan dan Konseling Islam di Berbagai Latar Kehidupan”, juga akan dilakukan pelantikan sekaligus Rapat Kerja Pengurus Asosiasi Bimbingan dan Konseling Islam.
Peserta sasaran yang akan turut berpartisipasi dalam agenda ini, sejumlah besar adalah para Ketua Program Studi beserta Sekretaris Program Studi, serta para dosen di lingkungan Prodi BPI dan BKI seluruh Indonesia. Kemudian stakeholder dari berbagai instansi baik negeri maupun swasta. Seperti instansi pendidikan (sekolah dasar dan menengah) baik yang berada di lingkungan kementrian agama, maupun yang di lingkungan kementerian pendidikan, serta instansi sosial (seperti panti dan pusat rehabilitasi). Peserta lainnya yang juga terlibat adalah para undangan yang terdiri dari para mahasiswa BKI yang dipilih, serta para alumni dan para dosen.
Adapun tujuan diadakannya kegiatan “Seminar Nasional, Pelantikan dan Rapat Kerja Asosiasi Bimbingan dan Penyuluhan Islam ini adalah untuk menyatukan simpul-simpul antar bidang Program Studi/Jurusan Bimbingan, Penyuluhan dan Konseling Islam (BPI/BKI) di seluruh Indonesia, sehingga semakin kuat dan terjalin harmonis dalam satu ikatan profesi ABKI Asosiasi Bimbingan dan Konseling Islam. Output akhirnya semakin kuatnya organisasi ABKI yang telah dicetuskan oleh UIN Sunan Gunung Djati dan kemudian dideklarasikan di UIN Sunan Ampel. Maka saatnya semua kerja besar tersebut ditindaklanjuti di BKI Sunan Kalijaga Yogyakarta. Semoga sukses.
Read more ...

Selasa, 14 Maret 2017

Kuliah Umum BKI Semester Genap TA. 2016/2017

Kuliah Umum pada Semester Genap 2016/2017 kali ini menghadirkan Pak Cah sapaan akrab Cahyadi Takariawan, S.Si. Apt. Seorang sosok yang terkenal menekuni jalan sunyi (memberikan konseling keluarga kepada siapa saja yang membutuhkan tanpa dibayar terhadap konseling yang dilakukan) sebagai konselor keluarga di Jogja Family Center. Beliau juga telah menulis buku-buku konseling keluarga lebih dari 40 judul (bisa ditemui di toko buku di seluruh Indonesia), konsepnya adalah wonderful Family, bagaimana memanejemen ketidakcocokan dalam rumah tangga, disamping sebagai motivator dan nara sumber hingga ke manca negara Autralian dan Singapura untuk memberikan materi dan pelatihan terkait konseling keluarga.


Beliau menyampaikan keprihatinannya terhadap angka perceraian yang setiap tahun terjadi peningkatan kuantitas perceraian di Indonesia, pertahun, sekitar 300.000 lebih, sehingga kalau dibuat rata-rata ada 40 pasutri yang sedang melakukan sidang percceraian setiap jamnya di Indonesia. berangkat dari inilah, setelah beliau mengikuti pelatihan ketahanan nasional, akhirnya beliau bersama istri mulai belajar bagaimana konseling keluarga. karena menurutnya ketahanan nasional ini harus dimulai dari ketahanan keluarga. akhirnya beliau membuat lembaga Jogja Family Center dan mengembangkannya sampai sekarang, bahkan dipercaya Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk membuat modul Konseling Keluarga.

Menurutnya Wonderful Family adalah wujud dari Ketahanan Keluarga. Untuk mencapai Ketahanan Keluarga tersebut, dimulai dari Penyiapan, yakni pembekalan bagi calon pasangan suami istri (Konseling Pranikah) dan ini menjadi sentral konseling, karena lebih baik mencegah daripada mengobati (bukan datang ke konselor setelah mau bercerai). kedua, adalah pembinaan, yakni setiap keluarga harus diberi bimbingan dan arahan serta supervisi yang tepat dan benar tentang bagaimana mengelola ketidakcocokan. Ketiga, Pemberdayaan Keluarga, ini bagaimana memberdayakan keluarga agar mandiri dan menjadi basis perubahan dan perbaikan di masyarakat. memiliki ketahanan terhadap stres, caranya harus membuat Pintu Darurat dari Masalah (ini disepakati suami istri ketika sedang masa tidak konflik atau sedang romantisme). Keempat,Pencegahan Problem, adalah upaya harmonisasi keluarga dengan menyiapkan pintu darurat keluarga (dimana ini bisa dibuat kesepakan bersama pada saat masa romantisme) sehingga bisa mampu keluar dari konflik level pertama. Kelima, Penyelesaian Problem, keluarga harus mampu menyelesaikan permasalahannya sendiri, melalui bantuan media konseling dimanapun berada. Terakhir, adalah pemulihan, di sini harus ada upaya peningkatan resiliensi keluarga,disamping kesadaran penerimaan dari kedua belah pihak.

Begitulah sekelumit materi yang disampaikan dengan sangat lugas dan panjang lebar oleh beliau. bahkan lima penanya dari lima orang mahasiswa mendapat buku gratis beliau dengan judul (Wonderful Mariage, Wonderful Couple, Woundeful Husband, Wonderful Wife dan Wonderful Family).  tiga pertanyaan dari peserta angkatan 2016, khusunya terkait, bagaimana membuat pintu darurat keluarga (buat ketika pasangan tersebut dalam masa romantic atau di saat belum ada konflik), serta bagaimana melakukan konseling keluarga, sedangkan konselornya masih belum berkeluarga atau lebih muda usianya (jam terbang dan pendidikan akan membentuk kepercayaan diri dan keahlian). Dimana dan bagaimana harmonisasi keluarga itu bisa diciptakan. apa makna keluarga bagi Pak Cah (Family is not important thing but family is everything). Kemudian pertanyaan dari angkatan 2016 adalah bagaiman konseling keluarga bisa diterapkan di desa atau pelosok (ada program di BP 4 dan desa, hanya saja tidak maksimal). Bagaimana posisi anak jika orangtuanya berkonflik (anak bisa membawa atau mengkonsultasikan ke biro konseling atau Jogja Family Center).

Acara yang dihadiri oleh 200 lebih peserta dari angkatan 2015 dan 2016 Prodi BKI ini, berlangsung sejak jam 08.30 sampai 11.30. diawali oleh tayangan kegiatan HMPS dan 65 mahasiswa BKI kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di Malaysia, hingga Performance nyayian dan puisi oleh mas Benny dkk (angkatan 2016). Kemudian agenda acara dipimpin MC mbak Azima Prismavera dan diawali oleh pembacaan Kalam Illahi oleh , kemudian dilanjutkan lagu Indonesia Raya dan Hymne UIN Sunan Kalijaga konduktornya si Tia Ningrung. kemudian sambutan pertama oleh Kaprodi BKI A. Said Hasan Basri, dilanjutkan sambutan dan pembukaan oleh Dekan Fakultas Dakwah Komunikasi Dr. Nurjannah, M.Si. akhirnya acara inti dimoderatori oleh Bapak Slamet, M.Si.




Read more ...
Designed By